BANGKA BARAT, TAJUKBABEL.COM,- Nama “Liku” kembali menggema. Bukan karena prestasi, melainkan karena jejak panjang dugaan kasus yang berulang kali mencuat—namun tak pernah benar-benar berujung pada penegakan hukum yang tegas.
Sosok pengusaha ini disebut-sebut bergerak di lingkaran distribusi pasir timah. Namanya kerap muncul dalam berbagai peristiwa, mulai dari penggerebekan gudang timah hingga kasus kecelakaan yang menyeret barang bukti dalam jumlah besar. Namun satu pola terus berulang: ada riuh di awal, lalu sunyi di akhir.
Gudang Digerebek, Anak Buah Jadi Tersangka Sang Bos Tak Tersentuh
Dalam sejumlah kasus sebelumnya, aparat sempat melakukan penggerebekan gudang timah yang diduga terkait jaringan Liku. Penetapan tersangka bahkan sempat dilakukan—ironisnya, hanya menyasar anak buah. Beberapa di antaranya bahkan masuk daftar pencarian orang (DPO).
Namun, publik mencatat satu hal mencolok: nama Liku tak pernah benar-benar disentuh. Ia seolah berada di luar jangkauan hukum atau lebih jauh lagi, di atasnya.
Tabrakan Truk Timah: Fakta Baru, Pola Lama
Peristiwa terbaru di Desa Ranggi, Kecamatan Jebus, membuka kembali luka lama. Sebuah truk bermuatan sekitar 3 ton pasir timah menghantam rumah warga setelah diduga kehilangan kendali. Kerusakan parah tak terhindarkan.
Namun yang lebih mengejutkan bukanlah tabrakan itu sendirimelainkan apa yang terjadi setelahnya.
Alih-alih mengamankan lokasi dan melapor ke aparat, sopir justru sibuk memindahkan muatan. Warga diminta membantu dengan imbalan uang. Dalam waktu singkat, pasir timah yang seharusnya menjadi barang bukti justru “lenyap” dari lokasi kejadian.
Pengakuan sopir yang menyebut muatan tersebut milik “bos Liku” kembali menyeret nama yang sama ke pusaran kontroversi.
Barang Bukti Menghilang, Pertanyaan Membesar
Hingga kini, tidak ada kejelasan soal asal-usul timah tersebut. Tidak ada penjelasan terbuka mengenai status barang bukti. Bahkan kendaraan yang terlibat pun menjadi tanda tanya.
Situasi ini memunculkan dugaan serius: apakah ada upaya sistematis untuk menghilangkan jejak? Atau lebih jauh apakah ada pihak yang sengaja “membiarkan”?
Publik Mulai Geram: Hukum Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas?
Rangkaian peristiwa ini memperkuat persepsi yang kian menguat di tengah masyarakat: hukum seolah hanya berani menyentuh lapisan bawah, sementara aktor utama tetap aman.
Nama Liku terus disebut, terus muncul, namun tak pernah benar-benar diproses secara terbuka. Kondisi ini memantik pertanyaan besar—siapa sebenarnya yang dilindungi?
Bungkam Saat Dikonfirmasi
Saat dikonfirmasi oleh RADAK BABEL, Liku memilih bungkam. Tak ada klarifikasi, tak ada bantahan. Sikap diam ini justru mempertegas kecurigaan publik yang sudah terlanjur menggunung.
Alarm Keras untuk Penegakan Hukum
Kasus ini bukan lagi sekadar kecelakaan atau dugaan distribusi ilegal. Ini adalah cermin buram penegakan hukum. Ketika nama yang sama terus muncul tanpa konsekuensi, maka kepercayaan publik perlahan runtuh.
Dari gudang yang digerebek, anak buah yang jadi tersangka, hingga truk timah yang menabrak rumah warga semuanya mengarah pada satu titik yang sama.
“Liku”.
Dan selama nama itu tetap tak tersentuh, maka pertanyaan publik akan terus menggema: Apakah hukum benar-benar bekerja atau hanya memilih siapa yang boleh disentuh?
Sumber Radakbabel












